Senin, 10 Februari 2025

 

Ingin nangis aja

Kenapa?

Aku Lelah

Lelah ya Allah

Harus memikirkan semuanya

Kenapa harus aku

Kenapa harus aku yang terlibat memikirkan semuanya

Hari ini semuanya terasa menyesakkan dada

Entah kenapa

Apa ini tandanya aku Lelah

Sudah kuteteskan air mat aini, tapi kenapa rasanya masih sesak di dada?

Ada apa dengan ku

Rasanya malas dengan semuanya ini

Ingin berhenti

Siapa yang peduli dengan ku?

Tidak ada

Siapa yang memikirkan aku

Tak ada

Hari hariku penuh dengan memikirkan mereka

Tapi aku

Tak ada yang menepuk punggungku menenangkanku

Tak ada yang bisa kujadikan sandaran

Sementara aku menahan diri dari semuanya

Ingin ku teriak

Kuucapkan sumpah serapah

Kenapa harus aku

Sendiri

Kenapa?

Ya Allah

Aku tak sekuat itu

Sudah, cukup

Aku ingin berhenti sejenak

Lelah

Penat

Teriakan itu

Membuatku semakin meradang

Tak sekalipun mereka peduli akan derita yang kujalani

Tak sekalipun mereka memikirkan bagaimana aku menjalani hari hariku

Tak sekalipun mereka bersimpati dengan semua ini, apalagi membantu menghadapinya

Arrrrrggghhhhh

Ya Allah

Kenapa harus aku

 

 

Minggu, 22 Mei 2022

 Postingan ini saya dapat dari grup WA beberapa waktu lalu, jadi reminder saja kalau besok sudah memasuki hari tua


Ingat, Anak bukan jaminan hidup kita bahagia dihari tua.

 

HANCURNYA HATI SEBAGAI ORANG TUA.....


(Kisah nyata untuk Renungan)


Di Kabupaten MAGELANG JAWA TENGAH ada seorang JANDA karena  suaminya telah meninggal dunia. Dengan gajinya sebagai GURU, dia membesarkan anak laki-laki satu²nya seorang diri. Anaknya sangat PATUH pada orangtuanya.


Dengan kerja keras, akhirnya, sang Ibu berhasil menyekolahkan anaknya itu sampai ke Amerika Serikat. Setelah tamat kuliah, anaknya bekerja di Amerika, beli rumah, dan menikah, serta telah dikaruniai seorang anak, dan HIDUP BERKECUKUPAN SERTA HARMONIS


Ibunya masih tetap tinggal di Pasir Pengaraian meneruskan pekerjaannya, seorang diri. Namun dia berencana: SETELAH PENSIUN nanti, ia ingin pindah ke Amerika, BERKUMPUL dengan anak dan menantunya, untuk MENIKMATI MASA TUANYA.


Tiga bulan sebelum tiba masa pensiun, dia menulis surat kepada anaknya: MEMBERITAHUKAN NIATNYA, untuk berkumpul bersama-sama di Amerika.


Dalam angan-angannya: SETELAH MEMBESARKAN ANAKNYA, maka di hari tua, anaknya pasti akan "MENJADI SANDARAN HIDUPNYA".


DALAM KHAYALANNYA, Saudara² dan kerabat²nya pasti akan KAGUM atas KESUKSESANNYA dalam MENDIDIK ANAK, dan IA akan BAHAGIA DI HARI TUANYA.


Sambil menunggu SURAT BALASAN dari anaknya, dia menyelesaikan semua masalah dan aset²nya di Pasir Pengaraian untuk siap² pindah ke Amerika.

 

Tibalah SURAT BALASAN dari anaknya: Ternyata di dalam amplop  terselip selembar cek 30 ribu USD dan selembar surat yang berbunyi: "Mama, hasil diskusi saya dan istri, kami putuskan KAMI "TIDAK SIAP" MENERIMA MAMA untuk tinggal bersama kami di Amerika, karena adat istiadat di sini.


Jika Mama berpikir bahwa Mama sudah BERJASA  telah MENGASUH saya, maka berdasarkan perhitungan KURS SEKARANG, kira² Mama sudah MENGELUARKAN BIAYA lebih kurang 20 ribu USD (biaya mengasuh anak, hingga saya bisa seperti sekarang).


Karenanya saya kirim cek 30 ribu USD (saya lebihkan 10 ribu USD), untuk Mama, dengan harapan: Mama TIDAK LAGI menulis surat kepada saya.


HANCUR LULUH HATINYA setelah membaca surat itu. TAK DISANGKA anaknya akan berbuat seperti itu, INGIN rasanya ia untuk BUNUH DIRI.


Akhirnya dia MERENUNG UNTUK MENERIMA KENYATAAN maka sadarlah dia, dan BANGKITLAH SEMANGATNYA.


Dia GUNAKAN uang 30 ribu USD itu untuk BIAYA KELILING DUNIA. Dia senang BISA MELIHAT INDAHNYA alam di dunia ini.


Lalu ditulisnya sepucuk surat untuk anaknya: Anakku, kamu mau Mama tidak menulis surat lagi untuk kamu, maka ANGGAPLAH surat ini sebagai pelengkap kalimat yang kurang dari surat² Mama sebelumnya. Mama TELAH TERIMA ceknya, dan telah menggunakannya untuk biaya "tour keliling dunia". 


Dalam perjalanan tour itu, tiba² Mama merasa, HARUS BERTERIMAKASIH kepada kamu naaak.


TERIMAKASIH karena kamu telah mengajarkan Mama untuk MENGIKHLASKAN, MELEPASKAN, dan MELIHAT dengan nyata tentang: KASIH SAYANG  KELUARGA, SAHABAT, dan PASANGAN.


Dalam kehidupan manusia, semua yang di dunia itu TIADA YANG ABADI. Semuanya sedang dalam PROSES PERUBAHAN.


Jika Mama TIDAK MENGIKHLASKAN, atau masih MERASA MENDERITA karena PERLAKUANMU terhadap Mama, maka mungkin dalam setahunan ini Mama telah MENINGGAL DUNIA dikarenakan BUNUH DIRI


Dan dalam neraka akan bertambah seorang SETAN yang mati PENASARAN dan Mama tidak mau jadi seperti itu.


KETIDAK BERPERASAANmu telah MENYADARKAN Mama, bahwa: HUBUNGAN SESAMA MANUSIA hanya karena TAKDIR untuk BERKUMPUL, yang kemudian dapat BERPISAH. Semuanya TIADA YANG ABADI, TIADA YANG KEKAL.


Mama sekarang sudah menganggap TIDAK PUNYA ANAK, hati Mama sudah bebas, Mama pun sudah TIDAK PUNYA RASA KEKHAWATIRAN lagi. Mama sudah IKHLAS, Mama sudah hilangkan semua SAKIT HATI.

                                                  

PEPATAH MENGATAKAN: RUMAH ORANGTUA selamanya adalah RUMAH ANAK, tetapi RUMAH ANAK BUKANLAH rumah orangtua.


MELAHIRKAN ANAK merupakan TUGAS YANG WAJIB DILAKSANAKAN. NAMUN MENGASUH ANAK ADALAH  TUGAS SOSIAL karena terkadang harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan anak.


TAPI, MENGANDALKAN ANAK DI USIA SENJA merupakan KESALAHAN   FATAL


Pelajaran baik untuk direnungkan, agar kita tidak terlalu mengharapkan BALAS BUDI dari anak di hari tua.


*SEMOGA BERMANFAAT, SALAM BAHAGIA DI HARI TUA BAGI YANG SUDAH PENSIUN.🙏🙏💓💕💓💕🙏🙏🙏 SEMOGA BERMANFAAT.

Jumat, 25 Februari 2022

 

Lelah

Tapi tak bisa istirahat

Penat

Tapi tak bisa bersandar

Hanya sekedar melepas lelah

Hanya sekedar melepas penat

Semakin ingin

Semakin lelah jadinya

Bahkan menangispun

Harus ditahan

Semuanya harus di tahan

Karena ketika diungkapkan

Akan semakin menambah beban

Tak ada teman

Tak ada kawan

Tak ada pendamping

Hanya sekedar untuk berbagi

Hanya sekedar untuk berucap lelah

Hanya sekedar membantu

Meringankan lelah dan penat ini

Menampung tangis ini

Argghhhhh

Aku benci

Ingin ku berdoa

Cepat pergi

Cepat pergi jauh dariku

Biar aku bisa tenang

Biar bisa kulepaskan semua tegang ini

Arrrrgghhh durhakanya diriku

Tapi toh itu hanya dalam hatiku saja

Tak bisa kuluapkan

Arrrgghhh

Aku benci

Aku muak

Menjalani semua ini

Kenapa

Hidup

Tak seperti yang kuinginkan

Kubayangkan

Hidup damai

Tanpa ketegangan

Tanpa terusik

Bisa leluasa

Ketika lelah dan ingin istirahat

Ketika penat dan ingin bersandar

Dia

Yang selalu mengusik

Yang selalu menghadirkan ketegangan

Yang selalu memunculkan kemarahan

Yang selalu memicu kegilaan

Yang merusak kedamaian

Bersamanya

Sakit itu dilarang

Karena akan tambah runyam urusannya

Arrgghhh

Aku jengah

Aku sudah lelah dengannya

Tolong

Bawa di pergi menjauh dariku

Inginkan kedamaian

Tanpa hadirnya

Biarlah kudoakan 

Dirinya dalam kedamaian

Selasa, 28 September 2021

 

Masih

Hampir dua tahun kamu pergi

Masih jelas bayangan mu di mataku

Kata orang sudah waktunya move on

Tapi kadang kadang seperti masih ada kamu disisiku

Apa salah?

Ah entahlah

Aq memang belum bisa melepaskan kepergianmu

Aku masih meneteskan air mata sesekali seperti saat ini

Aku masih kadang sangat sangat sangat merindukanmu sehingga kadang aku merasakan rasa sedih luar biasa

Anak anak?

Hira malah sering membicarakanmu

I wish daddy were here

Begitu katanya

Arrrggghhh

Hatiku menjerit, tapi aku masih harus menjawabnya

Seakan ingatannya tentangmu semakin kesini semakin jelas di pikirannya

Dan itu membuatku semakin baper

Ahhhh

Aku mau menumpahkan kebaperanku pada siapa?

Tidak ada

Ahhhh, bahkan selepas kepergianmu aku tidak punya kesempatan untuk menangis keras keras

Aku tidak punya kesempatan untuk bersedih dengan bebas

Ahhhh

Masih saja rasa itu

Setiap ku lelah , selalu kamu yang terbayang

Ingat masa masa kita bersama

Ingat semua suka duka yang kita hadapi bersama

Ahhh, bahkan untuk menangis tersedu sedu saja aku tidak bisa

Aku harus menahannya

Membuatku semakin masih merindukanmu

Entah dimasa depan

Entah sampai kapan

Kadang kala aku membayangkan suatu saat ada seseorang yang menggantikanmu mengisi ruang di hatiku, tapi ....

Ahhh rasanya susah

Entah kenapa

Mereka bilang aku harus move on

Tapi...

Ahhh biar mereka berkata apapun

Silahkan , bebas kalian berkata

Silahkan saja

Hanya hatiku yang tahu,

Ahhh

Aku berharap ada kamu yang bisa kuajak bercerita , mecurahkan segala suka duka asa keluh kesah dan apa yang ada di hatiku

Ahhhh seandainya

Sabtu, 31 Juli 2021

 

Saat ini

Aku lelah

Lelah sendiri

Rindu keberadaanmu

Rindu hari hariku bersamamu

Rasanya ingin kamu ada disisiku saat ini, temani aku , hapus lelahku, dengarkan keluh kesahku dan berbagi suka dukaku dengan mu

Kau seperti mimpi, yang datang hanya sekejap tapi begitu nyata

Semua hal tentangmu

Semua hal dengan mu

Semua hal bersamamu

Tak ada yang kusesali

Semua suka duka, sedih bahagia bersamamu terbingkai indah dalam kenangan

Kenangan yang tak akan terganti

Kenangan yang begitu indah

Kenangan yang masih terasa nyata

Kenangan yang tampak jelas

Terpatri dalam hati dan jiwaku

Rasanya

Kau masih ada di sekitarku

Kau masih membersamaiku di hari hariku

Tapi itu semua hanya khayalan

Inginku berkisah denganmu

Inginku berkeluh kesah padamu

Inginku melepas penat dan lelahku denganmu

Inginku berbagi cerita denganmu

Semuanya hampa

Hampa tak bertepi

Dalam ketidak berdayaanmu , kau masih memberiku nyaman

Kau masih setia mendampingiku

Kau masih setia mendengarkan keluh kesahku

Kau masih setia menghapus lelahku

Kau masih setia berbagi suka duka denganku

Kini semua sirna, tak berbekas

Kurindu sosokmu

Ku sendiri

Tak ada teman berbagi

Sendiri

Menahan lelahku

Sendiri

Menyimpan keluh kesahku

Hanya sendiri berteman sepi

Senin, 22 Maret 2021

 


Ayah

Minggu lalu aku dan anak anak pergi ke Paciran setelah setahun lebih kita gak kesana

Setelah hari sabtu nya Banjir dan khawatir rencananya gak jadi

Akhirnya jadi juga kita berangkat walaupun agak siang berangkatnya

Oleh oleh sudah kusiapkan yah, keripik tempe-keripik bayem and getas dipesenkan mbak Lis

Aku njujug di rumah lek Barok yah, sudah lumayan bagus yah rumahnya lek Barok

Anak anak  senang karena disana ada tempat bermainnya

Besok besok kalau ke Paciran lagi aku bawa anak anak kesana saja yah

Oh ya Mei juga mau menikah hari kamis nya jadi ya sekalian saja sambbang ke Man Lish

Diceritai sama bulek maf tentang bagaimana mbak Mei akhirnya menikah, dengan segala keremponggannya yang tidak sesuai harapan karena hanya butuh waktu satu bulan menyiapkan semuanya tidak seperti ketika kita menikah yah yang bulek jadi tim suksesnya

Di sana maem Punar sama gorengan Paciran sama legen

Ahhh ingat ayah pokoknya

Tapi udah gak se mellow dulu koq yah

Oh ya, kata kakak Jiha gini yah “ Lek Barok lho buk tambah muirip ayah”

Aku jawab sekalian “ yo enak lho kak kalo kamu kangen ayah kamu bisa ke rumah lek Barok, anggap saja itu kembaran e ayah...”

Dan kami berdua ketawa karena itu hheheheee

Ayah

Beberapa kali dari beberapa teman , saudara tetangga sudah mulai menanyakan ini ayah

G pengen rabi maneh taaa?

Ahhhh

Mereka itu

Ketika muncul pertanyaan itu aku malah ingat kamu yah, ingat ketika suatu saat kita berbincang dan kau bilang “ Buk, besok nek aku gak ada pean gak papah koq nikah lagi. Enak anak anak punya ayah baru  .....”

Sambil kau ketawa seperti nya sedang menggoda ku

Ahhh ayahhh

Senajan kowe ngilang ra biso tak sawang

Nanging ning ati tansah kelingan

Memang susah yah jawabnya

Kalau aku jawab gak koq sepertinya aku tidak bisa move on dan  menolak takdir apa yang ada didepanku

 Kalau aku jawab iya koq aku gak ada bayangan sama sekali akan masa depan seperti itu

Masih

Masih kuat bayangan mu ayah

Masih dalam rasa ini padamu untuk saat ini

Rasanya ketika bercerita tentang mu pada mereka mata ini berbinar membicarakanmu, masih bersemangat sekali membicarakanmu

Mungkin seandainya kamu bisa bilang sekarang mungkin kamu akan memintaku untuk melupakanmu

Menghilangkanmu dari ingatanku, aku sangat yakin itu yah

“wes ta buk, ayok move on . cari pengganti yang lebih baik dari aku ...”

Pasti itu yang kamu ucapkan

Seperti aku tahu apa yang ada di pikiranmu

Tapi semakin aku tahu bagaimana kamu memperlakukan aku, semakin berat melupakanmu Ayah

Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu

Dengan segala suka duka sedih bahagia yang telah kita jalani bersama

Rasanya...

Walau singkat, hanya 12 tahun saja bersamamu semuanya terasa begitu berarti bagiku dan anak anak

Kemarin kakak Jiha nemu aplikasi di play store bisa bikin foto jadi video , kakak otak atik foto kamu yah dan jadilah fotomu bergerak kayak video. Bagus hasilnya dan ketika lihat itu seketika Hira chat yah, she said she miss daddy just one ajah

Just a  little bit ajah

Ahhhh, hatiku rasanya mak jleb

Kemarin kemarin Hira kalau ditanya do you miss daddy, she said no

Tapi kali ini dia bilang itu

She said when is daddy gonna be back  home?

Arggghhhh

She missess your present

And she said “I know mommy daddy is in the hospital , ...

And i said daddy is in heaven

Wait, its mean daddy is with another me, kakak and mommy?

Arggghhhhhh my tears falls down

And  i said no Hira, daddy is passed awasy

And she said

Should we dig it up and take daddy out ?

Ohhh ya Allah, the moment like that wanna make me cry out loud


Sabtu, 30 Januari 2021

 


Seusai itu senja jadi sendu awan pun mengabu
Kepergianmu menyisakan duka dalam hidupku
'Ku memintal rindu menyesali waktu mengapa dahulu
Tak kuucapkan aku mencintaimu sejuta kali sehari

Walau masih bisa senyum
Namun tak selepas dulu
Kini aku kesepian

Kamu dan segala kenangan
Menyatu dalam waktu yang berjalan
Dan aku kini sendirian
Menatap dirimu hanya bayangan

Tak ada yang lebih pedih
Daripada kehilangan dirimu
Cintaku tak mungkin beralih
Sampai mati hanya cinta padamu

 

Masih

Rindu

Orang mungkin berkata aku belum bisa move on

Ya memang

Rasanya kamu masih ada di sekitar ku, kenangan mu menguatkan aku. Kenangan tentangmu membuatku sanggup menghadapi hidup ini dengan anak anak

Kadang aku berandai andai, jika saja....

Ahhh kutepis itu semua

Banyak hal yang sudah terjadi yah,

Sesekali aku masih meneteskan air mata seperti saat ini. Memang tidak sepatutnya aku berharap kau ada disini bersamaku sekarang. Tapi jika membayangkan seandainya kau ada ...

Aku kesepian ayah....

Tak ada lagi teman berbagi

Tak ada lagi teman berkeluh kesah

Biasanya kau dengan setia mendengarkan curhatku,

Berbincang mulai tentang kita, anak anak, ibuk, saudara dan teman teman serta hal hal kecil yang biasa kita lakukan

Arrggghhhhh....

Hanya sekedar menyandarkan diriku padamu dan bilang “aku capek Yah....”

Ya itu  yang saat ini kurindukan

 

Selasa, 28 Juli 2020

Rabu, 29 Juli 2020
Penghujung bulan Juli ini terasa begitu sendu
Masih membuncah rinduku pada mu
Rasanya berat memahami dan menerima
Seperti bangun dari mimpi terhempas
Pelan pelan mencoba bertahan dan bangkit
Ikhlas masih belum sempurna merasuk jiwa
Langkah masih tertatih menghadapi hari
Hati masih tertambat pada kenangan
Kenangan yang tak mungkin kutukar
Ah....
Dingin semakin menambah syahdu
Kalbu masih meratap


Selasa, 16 Juni 2020

16062020

Hal hal yang kau miliki dan aku belum bisa menirunya dari kamu

Kamu itu sabar , bangetttt. Bagaimana caranya entah apa aku bisa menyamai sabarmu

Kamu itu santai, sekali. Kamu hadapi semua hal dengan santai. Rasanya dulu kalau tidak ada kamu di sampingku mungkin aku akan sering panik dan ketakutan.  Memang aku sudah mulai bisa mengatasi situasi tapi tidak sehebat dirimu

Kamu itu gigih, kamu gak akan menyerah sebelum semua usaha kau kerahkan dan sampai pada sebuah titik dimana kamu sudah tidak mampu lagi dan saat itulah kamu akan berhenti. Aku, masih jauh dari hal itu dan entah bagaimana aku akan belajar tanpa dirimu

Kamu itu istiqomah, kamu selalu melaksanakan apa yang seharusnya dilaksanakan dan tidak pernah bosan untuk melakukannya setiap saat. Sedangkan aku masih moody kadang semangat kadang malas

Kamu itu pasrah, setelah semua usaha yang kau lakukan kamu selalu pasrah dan menyerahkan semua pada seng nge cat lombok katamu, sementara aku kadang belum mampu melakukannya

Kamu tidak pernah marah dan emosional , dibandingkan aku yang baperan sekali ketika menghadapi sesuatu
Kamu itu orang yang paling ikhlas yang pernah kutemui, dengan kondisi apapun kamu selalu menerima dan menjalani nya dengan hati yang lapang. Sementara aku kadang masih suka nggrundel ketika menghadapi kondisi yang membuatku bete

Kamu itu ngemong, selalu ada cara membuat aku nyaman berada didekatmu dan menjalani hidup bersama tanpa ada pertengkaran dan sakit hati


Kamu itu misterius di mata orang lain tapi kamu bisa menceritakan semuanya padaku dan aku menyukainya

Kamis, 13 Februari 2020

Masih
Masih terasaKehilanganmu
Masih
Masih terngiang tutur katamu
Masih
Masih terbayang sorot wajahmu
Masih
Masih berkelebat lakumu
Masih
Masih teringat semua tentangmu
Masih
Masih berasa kesedihannya
Masih
Masih berat menanggung rindu ini
Masih
Masih jelas raut wajahmu,senyummu,Sabarmu,gigihmu,
Masih
Masih mengalir airmata ini
Masih
Masih belajar bangkit
Masih
Masih tenggelam dalam sembilu
Masih
Masih penuh dengan ketakutan
Masih..............

Selasa, 04 Februari 2020

Aku sedih
Ingin ku menangis di dekatmu ayah.
Hira sudah hampir seminggu ini kulitnya dipenuhi dengan bintik bintik kecil yang hampir rata di sekujur tubuhnya
Sudah dua kali kubawa ke dokter,sementara semakin kupikirkan semakin .membuatku ketakutan
Aku mengingat ketika kau ada,kau yang membuatku tenang dengan semua masalah dan hal yang kita temui dan hadapi bersama.
Entah bagaimana aku dulu bisa begitu tenang dan pasrah dengan semuanya,tapi sekarang seolah olah hawamu di sekitarku mulai sirna
Ketakutan,kecemasan,kepanikan yang dulu bisa kuatasi bersamamu rasanya sekarang berat untuk kutanggung.
Aku harus ngempet ayah, kalau aku kelihatan menangis di depan ibuk apa jadinya?
Pasti akan tambah runyam.
Sementara aku harus berbagi ceritaku dengan siapa?
Jiha masih belum bisa diajak bercerita,mbak Lis hanya sesekali saja aku berbagi cerita dengannya, sementara mas yudi - rasanya masih susah mengungkapkan keluh kesahku yang lain padanya kecuali soal rumah yang harus di renovasi dan ibuk yang setiap saat selalu punya sensasi menggemparkan di rumah
Aku rindu kamu ayah,denganmu aku merasa bebas bercerita apapun
Denganmu aku bisa mengekspresikan diriku
Denganmu aku bisa jadi diriku sendiri tanpa ada yang ku tutupi dan kusimpan
Denganmu aku merasa nyaman
Masih kuingat,bagaimanapun keadaan kita waktu itu
Seterpuruk apapun kita masa itu,
Rasanya dengan kekuatan kita berdua ,kita sanggup dan mampu menghadapinya bersama
Seperti kita saling menguatkan satu sama lain.
Sekarang aku seperti kehilangan separuh bagian ayah,jalanku tak sempurna
Rasanya berat ayah,.......

Selasa, 21 Januari 2020

Saat terakhir#3


Rabu, 09102019
Subuh pagi itu, aku masih bermalas malasan di ranjang mbah kakung karena aku masih tidak sholat. Aku ingat kau duduk di kursi panjang di depan TV sambil memegang hape mu ayah. Aku menanyakan jam berapa Hira tadi malam tertidur dan kau jawab bahwa kau sudah tidak melihat jam malam itu, kau hanya bilang tengah malam kau masih sempat membuatkan Hira sebotol susu dan selanjutnya engkau sudah tidak begitu memperhatikan. Mungkin karena kau tidak bisa tidur semalaman dan akhirnya kutanyakan juga kenapa, apakah masih sesak nafas kah? Ternyata kau jawab tidak dan tidak tahu. Katamu entah kenapa semalaman kau merasa gelisah dan tidak bisa tidur. Bukan karena sesak nafas atau tidak enak badan seperti biasanya.
Tak lama setelah berbincang Hira terbangun , aku juga heran kenapa Hira yang tidur larut malam bisa pagi pagi sudah bangun. Segera aku ke dapur menyiapkan sarapan pagi itu, aku lupa dengan siapa pagi itu Hira mandi. Apakah dengan ayah atau dengan ku , yang aku ingat ketika akan berangkat sekolah Hira sudah nangkring cantik di atas sepeda ayahnya dan memanggil manggil aku “ mama mama ayo kita balapan , ayo maaa”
Aku segera menyalakan motorku dan beriringan motor kita melaju bersama. Hira dan ayah dengan aktifitasnya tiap pagi jalan jalan keliling kampung, mampir ke TK Paud untuk beli beli mainan dan jajan lalu pulang sedangkan aku lanjut melaju motorku ke sekolah.
Pagi itu di sekolah tidak ada hal yang baru, semuanya berjalan seperti biasanya. Aku mengajar jam 1-2 di kelas 9 A lalu jam ke 3 aku duduk duduk di ruang guru sambil menunggu istirahat tiba untuk masuk ke kelas 8D di jam ke 4-5. Tapi entahlah ternyata ketika aku masuk ke kelas 8D baru saja satu jam pelajaran mereka bilang kalau jam mengajarku sudah habis , ya ternyata aku gagal fokus pagi itu . Jadwal  yang kukira jam 4-5 ternyata jam 3-4 , ok lah sudahlah. Aku lalu menunggu lagi di ruang guru untuk jadwa mengajarku berikutnya di kelas 8E setelah istirahat  jam ke 6-7 , rupanya gagal fokusku terulang kembali dan jadwal di 8E rupanya jam ke 5-6. Ah kenapa aku sepagian ini gagal fokus? Aku bercerita dengan rekan rekan guru ku di ruangan sambil sesekali menertawakan gagal fokus ku pagi ini. Setelah habis jam  mengajarku  hari itu aku tidak langsung pulang karena aku harus mengisi bimbel di sekolah. Sudah lewat waktu dhuhur dan tiba tiba telpon WA dari ayah muncul di layar HP ku
Ku angkat telepon WA ayah tapi tidak ada jawaban, ku coba telepon kembali dan ternyata yang menjawab adalah Jiha. Aku sudah mulai curiga jangan jangan ayah sesak nafas lagi , segera kucecar Jiha dengan pertanyaan apakah ayah sakit , sesak , dan butuh ke igd saat itu juga. Dan jiha hanya singkat menjawab Ya dengan nada suara yang terdengar khawatir. Tanpa berpikir panjang aku segera pamit ke teman teman dan aku katakan pada mereka bahwa ada kondisi darurat di rumah. Di jalan pikiranku melayang memikirkan apa yang terjadi dengan ayah di rumah,apakah sama seperti senin malam ayah sesak lagi? Dengan tenang aku mengendarai motorku karena aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini, kubayangkan aku membawa ayah ke igd rumah sakit sama seperti kejadian kejadian sebelumnya. “insyaallah kali ini terlewati seperti biasanya” ya itulah yang ada di benakku ketika aku mengendarai motorku menuju arah pulang ke rumah.
Kubelokkan motorku memasuki gang rumahku, semuanya tampak lengang seperti biasa. Masuk halaman rumah juga tenang tidak ada suara suara gaduh di dalam rumah, aku memarkir motorku di depan halaman rumah dan segera aku masuk. Agak kaget ternyata di dalam rumah sudah banyak ibu ibu tetanggaku berkumpul di dekat kasur depan TV sementara ayah berbaring di kasur. Belum sempat kutaruh ranselku aku langsung menghampiri ayah, kupanggil namanya berkali kali tapi tidak ada jawaban darinya. Panik mulai menghinggapiku, tubuhmu terbujur kaku. Sekujur tubuhmu dingin, berkeringat dan bergetar serta ada busa di mulutmu. Tak henti hentinya aku memanggilmu dan kau tetap sama diam tak menjawab. Aku bingung bagaimana ini aku akan membawamu ke puskesmas atau ke rumah sakit. Sempat aku bertekad membawa sendiri mobil ku untuk membawamu ke igd tapi ibuk mencegahku. Sementara Jiha sudah mulai menangis sedangkan Hira tidur lelap di ranjang mbah kakung. Aku sudah tidak peduli bagaimana nanti kita akan ke igd, aku segera ke kamar menyiapkan semua yang perlu dibawa dan tak lama kemudian ada tetanggaku yang bersedia mengantarkan. Setelah semuanya siap, beberapa orang bapak bapak membantu menggotong ayah masuk mobil sementara aku sudah siap di dalam mobil untuk memapahmu. Rencana awal memang kita mau ke igd rumah sakit tapi tetanggaku menyarankan untuk membawa ke igd puskesmas dulu untuk pertolongan pertama dan aku menyetujuinya.  
Sampai di igd puskesmas perawat dan dokter dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada ayah, sementara ayah belum sadar juga dan sekujur tubuhnya bergetar. Mereka segera meberikan suntikan untuk menghentikan kejangnya dan tak berapa lama tubuh ayah mulai tenang. Beberapa kali aku ke booth perawat mengurusi administrasi dan mereka masih sibuk memonitor perkembangan ayah . Mereka menjelaskan bahwa nantinya ayah pasti akan di rujuk ke RSUD dan aku mengangguk saja. Sebelum di rujuk mereka memasangkan selang kateter pada ayah, aku sempat bertanya kenapa pakai dipasang selang kateter karena biasanya ketika masuk igd jarang sekali mereka memasangnya jika tidak dalam kondisi yang sangat darurat saja. Aku kembali menepis kekhawatiranku dan mengingat lagi ke belakang bahwa dulu ayah juga pernah kok dipasang kateter tapi itu sudah lama sekali. Sebelum petugas memasangkan kateter aku sempat memberitahukan bahwa ayah memiliki hernia di testis kanannya, tapi entah kenapa ketika dipasang sudah tidak kelihatan bengkak lagi seperti biasanya. Setelah semua proses selesai akhirnya ambulan memberangkatkan kami ke rumah sakit
Sepanjang perjalanan menuju RSUD tak henti henti dan tak putus putusnya aku berdoa untuk ayah semoga bisa melewati lagi moment yang seperti ini dan kembali beraktifitas seperti biasa. Ingatan ku melayang pada lima tahun yang lalu dan tiga tahun yang lalu dimana ayah pertama kali masuk igd dan masuk igd lagi dua tahun kemudian sebelum cuci darah rutin. Ya, semuanya terjadi di bulan oktober .Rasanya perjalanan menuju RSUD kali ini terasa lama sekali bagiku, dengan posisi duduk yang tidak nyaman dan memegangi ayah supaya tubuhnya tidak banyak bergerak karena goncangan dari mobil ambulan yang melaju dengan cepat membuat detik detik perjalanan  kami menuju rumah sakit terasa begitu lama.
Akhirnya sampailah kami di igd rumah sakit, karena sudah terbiasa keluar masuk igd sebelumnya aku langsung saja menuju booth pendaftaran sementara ayah di dampingi oleh perawat dari puskesmas masuk ke ruangan igd. Aku tidak begitu memperhatikan di area mana ayah ditempatkan di igd hingga tiba di depan area penanganan perawat puskesmas memberitahuku bahwa ayah ada di area merah. Mendengar hal itu hatiku seketika berdegup, ada kecemasan, kepanikan dan kekhawatiran yang muncul. Tapi aku berusaha tenang, kuredam semuanya itu. Bismillah semuanya akan baik baik saja walaupun saat itu hatiku berkecamuk tidak karuan.
Kulangkahkan kakiku memasuki area merah, disambut dengan tangisan beberapa keluarga pasien lain yang menunggui keluarga terkasih mereka. Aku masih berusaha tenang sementara dokter dan perawat sudah stand by di dekat bed ayah siap siap menjelaskan padaku tentang kondisi ayah saat itu
Mereka menjelaskan bahwa kondisi ayah saat ini buruk, kemungkinan ada pendarahan di otak atau infeksi bakteri di otaknya tapi mereka masih harus menunggu perkembangan ayah untuk dilakukan ct scan di radiologi. Aku kembali bertanya apakah paru parunya terendam cairan dan mereka menjawab bahwa paru paru ayah bersih dari cairan. Ah sekali lagi aku harus menahan panik ini, kutepis semuanya dengan mengingat ingat momen sebelumnya dimana ayah berhasil melewati semua itu dan kembali ke rumah dengan kondisi sadar. Tapi entah kenapa airmata ini secara otomatis mulai keluar. Mereka mulai tindakan dengan menyedot cairan melalui mulut ayah, ahhh aku miris melihatnya. Kasihan sekali ayah harus dimasukkan selang panjang melalui mulutnya, tak tega aku melihatnya. Beberapa kali aku dan saudara saudaraku bergantian mondar mandir ke apotik untuk mengambil obat, tanpa menyadari obat apa saja yang sudah masuk ke tubuh ayah.
Mas yudi, dan mas edy sudah menunggu di luar. Mereka semua berkata hal yang sama, sabar , istighfar, kuatkan hati ikhlas dan pasrah dengan segala kemungkinan yang terjadi bahkan yang terburuk sekalipun. Mungkin karena melihat kondisi ayah yang seperti itu makanya mereka berucap hal tersebut. Tapi aku tak berhenti berharap semoga semuanya ini bisa terlewati bersama.
Aku duduk di sebelah kiri bed di dekat kepalanya, kugenggam tangan ayah kubelai rambutnya sambil berucap istighfar sebanyak banyaknya. Masih kurasakan remasan tangan ayah dalam gengggaman ku, aku sedikit lega karena dengan begitu masih ada sedikit harapan ayah bisa sadar. Kubisikkan padanya ,kuberikan pilihan padanya , ya saat itu aku berucap di dekat telinganya “ayah apabila kamu masih kuat bertahan ayok semangat yah, aku mendampingimu disini . tapi kalau ayah sudah capek nggak papa ayah aku insyaallah ikhlas” ya bisikan itu berulang ulang kali kuucapkan di telinga ayah dengan diiringi kalimat istighfar dan seketika air mata mulai menetes tanpa bisa di bendung.
Perawat menghampiri untuk memberitahukan bahwa ayah akan dibawa ke ruang radiologi untuk di rontgen dan CT scan. Ku telepon saudara saudara ku yang sedang menunggu di luar untuk membantu dan dengan segera mereka datang. Proses di radiologi tidak memakan waktu lama, kurang dari setengah jam kami sudah kembali ke area merah. Monitor sudah kembali dipasang dan mereka memberitahuku bahwa nanti dokter akan segera memberitahukan hasil dari CT scan. Pikiran ku sudah berkecamuk tidak karuan membayangkan hasil dari radiologi tadi, di dalam ruangan itu seolah olah waktu tidak berjalan. Aku sudah tidak memperdulikan lagi saat itu jam berapa dan sudah berapa jam aku ada di ruangan itu.
Mas yudi menghampiriku untuk pamit pulang dan menyerahkan tas yang berisi baju gantiku dan barang barang ayah. Aku sampai lupa bahwa dari tadi siang sampai entah jam berapa ini - yang kuingat sudah melewati waktu maghrib- aku belum ganti baju seragam hitam putih yang tadi pagi kupakai ke sekolah.  Kuambil baju gantiku dan beranjak ke kamar mandi sebentar, segera setelah aku berganti baju kulangkahkan kakiku kembali ke area merah.
Mas yudi duduk di kursi menunggu ayah, entah kenapa ketika mau pamit pulang kuminta  mas Yudi untuk membawa semua perbekalan kami mulai dari baju ganti, obat obatan dan lain lain yang kubawa hanya meninggalkan dompet, power bank  dan kartu kartu serta surat surat yang sekiranya akan dibutuhkan kemudian. Tak berapa lama setelah mas yudi pergi seorang perawat datang memasang selang di hidung ayah, ahh aku ingat bapak.  terakhir kalinya di rumah sakit sebelum meninggal bapak juga begitu karena kondisi yang tidak sadar dan mengharuskan memasukkan makanan cair berupa susu melalui selang hidungnya. Pikiranku semakin berkecamuk tapi masih dengan sedikit harapan di hati sambil berkompromi pada diriku sendiri bahwa nanti apapun yang akan terjadi insyaallah aku siap menghadapinya. Aku mulai bertanya pada perawat tentang kondisi ayah dan perawat menjawab bahwa nanti dokter akan menjelaskan semuanya padaku. Ku iringi ayah di sebelah bednya sambil sesekali mengelap cairan seperti muntahan yang keluar dari mulutnya. Berulang ulang kubisikkan istighfar di dekat telinganya dan sesekali kuucapkan pesanku sebelumnya sambil menggenggam tangannya dan membelai rambutnya, tapi kali ini genggamannya terasa semakin lemah di tanganku
Tak berapa lama perawat memanggil ku untuk berbicara dengan dokter. Pikiranku berkecamuk tapi dengan segenap tenaga aku berusaha siap mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh dokter. “ bapak mengalami pendarahan bu di batang otaknya, saat ini kondisinya tidak sadar bisa berlangsung lama dan bisa juga sebentar. Tapi nanti kalaupun sadar kemungkinan kondisi bapak akan stroke bu. Ini masih kita observasi. Dan kemungkinan terburuk bapak bisa mengalami henti jantung”
Ya kurang lebih seperti itu yang kuingat yang dikatakan oleh dokter saat itu, ok insyaallah siap apapun yang terjadi. Itu yang ada di pikiranku saat itu. Aku siap seandainya ayah segera sadar dan mengalami stroke dan harus lebih ekstra lagi mendampinginya, aku siap seandainya ayah harus lama tidak sadarkan diri dan harus mendampinginya setiap saat, dan yang terakhir aku siap jika ayah akhirnya harus pergi meninggalkan kami semua karena mungkin itu yang terbaik bagi kami semua.
Setelah dokter memberikan penjelasan padaku segera aku menuju bed ayah, kubelai rambutnya kugenggam tangannya tapi sudah tidak terasa tenaga dari tangannya. Berkali kali kuucap istighfar sambil sesekali mengusap bibirnya yang sesekali mengeluarkan cairan. Tiba tiba kudengar suara dari mulut ayah yang sudah terpasang selang, samar seperti ucapan “Ya Allah ya Allah Ya Allah” dan entah spontan kubisikkan kalimat syahadat di telinganya. Kulihat mulutnya seperti menghembuskan nafas panjang, kutunggu sampai beberapa saat tapi tidak kulihat lagi gerakan mulutnya bernafas. Langsung saja kupanggil perawat dan ku telepon mas Edy, segera para perawat dengan sigap memacu jantung ayah sama seperti di film film yang sering kutonton sementara mas Edy memelukku dengan erat dan aku larut dalam tangis sesenggukanku. Masih jelas rasanya Ayah, saat saat kau pergi masih meninggalkan duka yang sangat dalam. Saat aku mengetiknya inipun masih keluar airmata ini, Semuanya masih terasa jelas bagiku, setiap moment detik demi detik kepergianmu masih terasa. Satu hal yang membuatku lega adalah kau sudah tidak lagi merasakan sakit seperti yang telah kau alami beberapa tahun terakhir ini
Ku ikhlaskan kepergianmu, semoga kau tenang di sana Ayah, insyaallah kami akan selalu mendoakanmu dan semoga kelak suatu saat nanti kita dipertemukan kembali dalam Jannah ...
Amin Ya Robbal Alamin
Alfatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِي﴿ ١


الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ ﴿ ٢

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ ﴿ ٣

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿ ٤

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿ ٥

اهْدِنَا الصِّرٰطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿ ٦

صِرٰطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّينَ ﴿ ٧

Minggu, 15 Desember 2019

Ayah ....
Besok aku dan anak anak mau ke paciran ditemani budhe lis
Aku kangen ayah dengan semua suasana paciran
Kangen Bakso balungan yang ada di dekat indomaret depannya puskesmas paciran
Kangen berenang di Nanjan dengan anak anak
Kangen main di pantai sambil cari kerang kecil di sebrang Nanjan waktu air sedang surut
Kangen maem nasi Jagung di depan WBL
Kangen pagi pagi jalan jalan ke pantai dalegan
Kangen jalan jalan dan jajan pagi di pasar kriyek
Kangen beli punar
Kangen ikan asapnya
Kangen main di belakang rumah wak Dul yang langsung menghadap laut
Kangen lihat anak anak main sampai puas dengan jauhar dan wati di rumah man Lish
Kangen maem rujak paciran
Kangen dawet paciran
Kangen ote ote dan nasi kebuli
Duduh lodeh iwak pindang
Bakaran acarahan sama sama dengan teman dan keluarga mu
Kangen sentor menor
Jenang goyang lidah
Jalan jalan muteri gang gang sempit yang ada di paciran
Beli legen langsung dari yang manjat pohon siwalan
Naik naik ke atas kandang di dekat rumah mbah ping dan wak Min
Beli trasi,petis,gula aren dan kecap laron
Hunting kepala manyung serta ikan segar di TPI
Jalan jalan ke ngGunung atau sendang
Ke rumah mas Qohar metik rambutan
Ah ayah semua hal itu biasanya yang kita lakukan ketika mudik ke paciran
Besok kita mau kesana ayah,tapi tanpamu
Entah bagaimana rasanya
Ah ayah,aku merindukanmu
Sangat

Rabu, 13 November 2019


Saat terakhir #1
Senin, 07102019
Hari itu aku pulang agak sorean karena harus ngisi bimbel dan mampir dulu ke mama Ju untuk ambil soal buat kakak, chat WA dari ayah sudah muncul berkali kali dilayar hape ku. Sepertinya mbah putri sudah gupuh mendapati aku belum juga pulang. Segera kubalas chat WA ayah memberitahukan bahwa aku belum selesai meng copy soal soal ulangan di rumah mama Ju. Waktu menunjukkan  jam empat sore dan aku segera membawa motorku melaju pulang ke rumah.
Sampai di rumah, Hira sudah mandi dan wangi serta ayah sudah duduk di ruang tamu sambil memegang hapenya dengan terengah engah. Mungkin kebanyakan minum karena beberapa hari ini cuaca sangat panas dan aku juga antara kasihan tapi sebel juga karena dengan minum banyak artinya bisa bisa ayah akan sesak nafas dan kalau sudah sesak nafas pasti susah untuk  tidur. Ya malam itu sekitar jam 10 malam kau menghampiriku di kamar tidur. Aku yang saat itu sedang ngantuk berat langsung terbangun karena tidak biasanya kau langsung meminta ke igd. Mungkin karena terakhir masuk igd sebulan lalu adalah yang terparah hingga kau kehilangan kesadaran dan aku tidak henti hentinya terisak menangisimu begitu takutnya kehilangan kamu ayah.
Ku ambil hape ku, ku cari kontak cak Man di WA dan segera memintanya mengantarkan ke igd, terakhir ke igd kau berangkat sendiri dengan cak Man karena keluar masuk igd sudah biasa bagi kita berdua. Tapi setelah kejadian kehilangan kesadaran aku jadi was was jika harus meninggalkanmu sendirian di igd. Setelah menyiapkan segala sesuatunya – selimut,obat obatan,sabuk tangan untuk HD, selang oksigen, kartu bpjs dan ktp  – tak berapa lama cak Man datang. Sebelumnya aku sudah menelepon mbak Lis untuk menginap di rumah mendampingi Hira yang saat itu belum tidur .
Mobil cak Man melaju dengan cepat menerobos jalanan malam yang saat itu tidak lengang namun juga tidak padat. Sementara ayah mulai tersengal sengal dan sepanjang perjalanan tak henti hentinya aku berdoa untuk ayah bisa melewati semua ini. Sampai di igd aku segera mengeluarkan selang oksigen dan kamu segera ditangani di area kuning. Setelah mendaftar aku segera menghampiri bed yang kau tempati sambil tak henti hentinya memanggilmu untuk memastikan apa dirimu masih sadar atau tidak. Dan alhamdulillah kau masih sadar dengan menjawab melalui anggukanmu. Dokter dan perawat sudah menginformasikan bahwa besok pagi dirimu akan di bawa ke unit HD untuk hemodialisis. Lega juga rasanya setelah mendengarnya tapi tetap saja dengan rasa kantuk yang amat sangat aku susah untuk memejamkan mata karena rasanya sungguh tidak nyaman. Mungkin karena sudah lama aku tidak bermalam di igd jadi rasanya susah untuk tidur. Setelah mendapat  ijin ke ayah untuk tidur di kursi tunggu di luar barulah aku bisa tidur walaupun hanya sebentar.
Karena saat itu aku sedang libur sholat kuputuskan keluar igd jam setengah enam untuk ke unit HD


Saat terakhir #2
Selasa 08102019
Ku masuki kamar mandi area kuning untuk mencuci muka dan berganti pembalut, ketika keluar kudapati perawat sedang memeriksa tekanan darah ayah . Dengan reflek aku langsung berkata kenapa tensinya di sebelah kiri, tangan itu digunakan untuk akses cuci darah jadi tidak boleh di pakaikan tensi meter. Dengan santainya perawat menjawab kalau itu sudah terlanjur dan tidak apa apa.
Aku keluar berjalan dari igd yang letaknya di ujung sebelah timur rumah sakit menuju ke unit HD yang ada di ujung barat rumah sakit di gedung paviliun. Disana para pasien HD sesi satu sudah nimbrung di ruang tunggu paviliun lantai 1. Kebetulan hari selasa adalah jadwal HD nya ayah tapi sesi 2 jadinya sedikit banyak wajah wajah mereka tidak asing buatku. Mereka belum ada yang masuk ruangan jadi kuputuskan merebahkan diri di sofa tosca lobi paviliun sambil menunggu. Tanpa sadar ternyata aku ketiduran dan begitu terbangun aku lihat sekelilingku sudah sepi dan kosong yang artinya mereka semua sudah masuk ke dalam ruangan unit HD. Kulangkahkan kakiku kedalam ruangan untuk melapor pada petugas perawat HD kalau ayah ada di igd dan masuk sesi 1 ,eh ternyata ayah sudah di ruangan dan siap untuk proses HD. Rupanya karena ketiduran tadi ternyata pihak igd dan HD sudah terlebih dulu berhubungan untuk HD ayah. Mas wanto, perawat HD yang menangani ayah tersenyum menyapa kami dan menggoda ayah. Terakhir ayah tidak sadar juga ditangani oleh mas Wanto. Proses HD hari itu berjalan lancar tidak ada kendala sama sekali , ayah dalam kondisi sadar malahan masih sempat mengerlingkan mata padaku ketika mas Wanto menanyakan tingkat kesadarannya sambil menggoda kami berdua dan akhirnya ayah memutuskan untuk pulang setelah HD. Aku tidak menghubungi keluarga ayah yang ada di Paciran perihal masuk igd kali ini. Biasanya aku selalu mengabari mereka seperti terakhir kali sebulan yang lalu. Masih jam 12an saat itu ketika proses HD selesai, kami berjalan keluar bersama dengan ayah jalan tanpa alas kaki karena masuk igd semalam. Pak suwandi salah satu pasien HD sesi 3 menyapa kami dan ayah membalasnya dengan senyuman santai. Aku memesan transportasi online untuk mengantar kami pulang, sepanjang perjalanan pulang ke rumah entah kenapa tidak satupun dari kami berdua berbincang. Kami sibuk dengan pikiran kami masing masing, aku bahkan siap untuk menggodanya nanti sesampainya di rumah perihal HD selasa yang hari ini pulang lebih awal hanya karena berangkatnya juga lebih “awal” melalui igd. Jam 1an kami sudah sampai di rumah dan aku merasa capek sekali, segera aku ke kamar untuk rebahan menikmati kasur yang semalam aku tinggalkan. Waktu ashar datang, saat itu entah kenapa kita berbincang tentang hutang yang kami tanggung masing masing dan kewajiban pasangannya untuk membereskan jika salah satu meninggal dunia. Dengan saling bercanda kau menjawab pasrah apabila aku yang dipanggil duluan, dan aku menimpali dengan bercanda sambil menanyakan dimana saja hutangmu. Pada mas Lukman dan temanmu very, ya itu jawabanmu dan aku masih mengingatnya.
Malam harinya belum terlalu larut aku sudah merasa mengantuk sekali, aku pamit padamu untuk tidur lebih dulu di ranjang mbah kakung sementara dirimu tidur di kasur depan TV dengan Jiha dan Hira masih belum berhenti bergerak kesana kemari dengan aktifnya. Memang saat itu Hira suka sekali tidur larut. Aku tidak tahu jam berapa Hira tidur di sampingku , yang kutahu ketika aku terbangun malam malam sudah ada Hira tidur di sampingku dengan bantalan lengan ku dan aku melihat ayah sepertinya belum tidur dan bergerak gerak seperti gelisah. Rasa kantuk dan capekku lebih kuat saat itu hanya untuk sekedar bertanya ada apa dengan ayah. Itu satu hal yang kusesali kenapa malam itu aku tidur terpisah dengannya

HAPPY ANIVERSARY

Minggu, 10 Nopember 2019
Selamat Hari pahlawan!!!

Its our wedding anniversary ayah, ahhhh kita tidak menyelesaikan 12 tahun pernikahan kita.
cukup 11 tahun dan 11 bulan saja kau menemaniku. cukup itu saja kau mendampingiku mengerjakan PR-PR kehidupan kita. kadang rasanya mau protes ayah, teganya kau tinggalkan kami semua disini tanpamu. tapi sekali lagi ini sudah skenario yang maha kuasa. Ya betul sekali , ini adalah skenario indah yang dibuat oleh Allah untuk kita semua. Aku meyakini ayah pasti ada hikhmah di balik semua ini

 10 nopember 2014
masih banyak lagi ruang memori yang nantinya akan kita penuhi sama sama.dan semoga indah  yang akan selalu kita rasakan ♡ 
SELAMAT HARI PAHLAWAN !!!!

agaknya ruang memori itu hanya sampai tahun ini ayah, begitu banyak impian impian kita bersama yang sering kita obrolkan ketika malam malam tiba berangan angan tentang masa depan kita bersama Jiha dan Hira. Sekarang tinggal aku sendirian ayah melaksanakan tugas amanah ini tanpa dirimu di sisiku mendampingiku. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan untukku menjalaninya

10 nopember 2013
thank you for wonderfull amazing, thrilling,fantastic time you present for me   ♡  ♡ 

kamu itu selalu membuatku nyaman, bahkan saat sakit sekalipun aku selalu senang hati mendampingimu, memang kau sama sekali jauh dari tipe suami yang sempurna dan  romantis. tapi perhatian perhatianmu yang seringkali luput dari dugaan pemikiranku membuat aku semakin hari semakin jatuh cinta padamu.
Memang kau jauh dari sempurna ayah, aku bisa menebak apa yang ada di hati dan pikiranmu betapa kau sangat merasa bersalah padaku dan anak anak karena tidak bisa memberikan yang lebih pada kami. tapi aku bahagia ayah dengan segala kondisi yang ada yang kita jalani bersama. Ah ayah thank you. You have come and stop by in my life, give me a very wonderfull moment together. leaving me two beautiful daughter to accompany me. Although its quite short time for me to be with you, I will always keep it in my memories. once again thank you Ayah.....

10 nopember 2012
ketika semua orang buat status ttg hari pahlawan,aq hanya akan memberi selamat pd diriku n mantan pacarku."we made it honey,to the first five year.We have still a long journey to go with.wish we can make it together. I love you,happy aniversary.mmmmmuuuuuaaaaaaccccchhhhhhh......."

We made it Ayah, 11 years and 11 months. You made it, you make me to be who I am now.
kau mengajarkanku ikhlas, sabar, mandiri, tegar dan tabah serta masih banyak lagi nilai nilai kehidupan yang apabila dijabarkan satu persatu mungkin akan membutuhkan sejuta kata untuk menyampaikannya.
Aku juga bisa baca quran karenamu ayah, masih kuingat saat-saat aku ngambek seperti anak kecil ketika belajar membaca al quran. kau dengan sabar menuntunku, membantuku mendukungku sampai aku bisa walaupun tidak sempurna. Semoga ilmu yang bermanfaat ini mengalirkan pahalanya padamu ayah.
yang selalu ada di benakku adalah bersyukur mengenalmu, memilikimu, mencintaimu, mendampingimu sampai di ujung waktumu , sampai di akhir hayatmu.
tidak ada penyesalan sama sekali ayah, semua yang sudah kita lampaui bersama berdua semuanya terkenang dengan manis. hampir tidak ada kenangan darimu yang membuatku jengkel ataupun sebel padamu. Ahhh  ayah, once again miss you already .....


benang merah kita

pertama kali kita saling mengenal, waktu itu jurusanku mengadakan acara tahunan student teacher meeting. ya sebuah agenda tahunan camp jurusan yang acaranya berbagai macam salh satunya pentas seni
kebetulan satu angkatan kuliah pagi cowok cowoknya tidak ada ada yang mahir bermain alat musik. jadilah "pakdhe" yang dari jurusan ekonomi kami sewa untuk mengiringi kami tampil dalam acara pentas seni camp jurusan. beberapa kali latihan kau sudah menguasai irama lagu yang kami mainkan.
sudah ,dari situ aku mengenalmu. ya pakdhe begitu mereka menyebutmu di kampus, beberapa kali kita berpapasan di lingkungan kampus dan saat itu kita hanya sekedar bertegur sapa tidak lebih sampai kita sama sama menyelesaikan kuliah dan menjalani hidup masing masing.

yulia, teman sekamar ku kost di surabaya. walaupun kami sudah lulus kuliah dan dia tertinggal beberapa waktu dalam menyelesaikan kuliahnya tapi kami masih tetap berhubungan satu sama lain.
sampai suatu ketika dia main dan menginap di rumah dan mulailah kita mengobrol tentang jodoh. dia menanyakan tentang itu dan mengingatkanku tentang pakdhe yang katanya masih betah tinggal di lingkungan kampus walaupun dia sudah menyelesaikan kuliahnya dan bekerja di lokasi dekat kampus. dari situlah kami tersambung kembali dan akhirnya sepakat untuk berkomitmen membangun rumah tangga bersama. hari hari sebelum kami menikah dipenuhi dengan komunikasi yang cukup intens. sering kami bercakap cakap di telepon sampai berjam jam waktu itu. entah apa saja  yang kami diskusikan bersama di telepon . dalam sehari biasanya berkali kali kami bertelepon ria , kalu siang mungkin hanya menanyakan kabar dan bila malam menjelang kami memanfaatkan promo provider telepon yang memberikan freecall mulai tengah malam sampai pagi. ya jika dipikir pikir koq bisa ya dulu kami berbincang tentang apapun di telepon sampai berjam jam?


Minggu, 10 November 2019

Kamis, 31 oktober 2019
Akhir bulan oktober ayah, mungkin saat ini kita sedang membicarakan besok tanggal satu pas hari jumat awal bulan lab hb dan berharap kamu lolos tidak transfusi. Ahh hanya khayalan ku saja
Sore ini angin bertiup kencang ayah, semoga hujan segera datang. Di tempat lain sudah ada yang hujan lho yah
Oh ya de Ma mulai cuti yah, sudah sejak selasa kemarin beliau berangkat menemani anaknya yang baru saja melahirkan 
Hira tiap hari ikut ibuk sekolah 
Kadang pinter kadang juga lumayan melelahkan 
Seperti kemarin ketika dia terbangun kaget suara bel istirahat dan aku tidak berada di samping nya akhirnya dia menangis meraung raung dan butuh waktu lama membuat nya diam. Siang hari nya juga begitu yah, Hira menangis lagi gegara mau tak ajak pulang tapi dia masih betah di sekolah dan akhirnya diam ketika menemukan boneka di tumpukan mukena di mushola sekolah 
Rasanya capek ayah, biasanya kalau sudah begini pasti kau mengoleskan minyak oles ke sekujur tubuhku dan membiarkan aku beristirahat sementara kau bermain dengan Hira di rumah. 
Ah ayah, aku merindukan mu
Sangat rindu
Belum genap sebulan ayah kau pergi dari kehidupan kami, Jiha beberapa kali menanyakan kapan kita ke makam ayah. Sepertinya di juga rindu padamu ayah
Hanya sekali aku memimpikanmu, sering sekali aku membuka kembali foto dan video yang ada kamunya ayah. Ah seandainya dulu kamu suka ber foto pasti sudah banyak foto yang terkumpul 
Untung nya dulu aku sering mencuri curi kesempatan berfoto dengan mu jadi setidaknya aku masih punya foto mu yah
Ah kangen ini rasanya  
Jumat 25 oktober 2019
Ayah kau tahu tak, sepeninggal mu semua keluarga kerabat saudara serta teman temanmu berbondong bondong mengantarkamnu ke pemakaman. Mereka yang tidak sempat datang menyusul setelah nya silih berganti sampai hari ini. Kau yang pendiam seolah olah tidak punya teman ternyata memiliki banyak sekali keluarga. Hampir sebagian besar dari mereka memiliki kesan yang baik tentang mu. 
Kau tahu ayah ketika malam malam tiba, saat anak anak lelap tertidur kadang kadang aq masih sesenggukan mengingatmu
Kemarin saat mas fedi inbox wa minta no rekening pun aq tak kuasa menahan air mata ini. Amplop amplop putih yang kuterima dari semuanya yang sebagian besar adalah keluarga kerabat dan teman2mu kubuka dengan menahan sesenggukan ku di malam hari sambil menghela nafas panjang dan melafalkan istighfar . 
Ya Allah ayah, hingga kau pergi seperti nya sudah disiapkan segala sesuatunya 
Ketika awal kau sakit 5 tahun lalu kau benar benar melatih kemandirian ku dan juga kesabaran serta keikhlasan ku. Sampai hari kau pergi aq ikhlas ayah, mungkin yang membuatku menangis terisak isak ketika memikirkan anak anak yang sekarang jadi anak yatim. 
Memikirkan bagaimana nanti aq membesarkan mereka sendirian, mendidik mengarahkan mereka supaya jadi anak anak yang solehah yang akan mendoakan kita dan memberikan mahkota untuk kita di surga kelak. Tugas nya berat ayah, itu yang buat aq menangis 
Bismillah semoga ya Ayah impian ini terwujud Amin. 
Setelah kepergian mu semuanya berjalan seperti biasa, tidak banyak yang berubah Yah. 
Mungkin karena sebelumnya perlahan kau diam diam karena kondisi mu mulai mengurangi peran mu di rumah. Hanya hal hal kecil yang kadang lewat dari perhatian ku karena kau tahu aku sibuk maka kau masih menghandle nya, seperti pesan galon, lpg, bayar pdam dan listrik serta ngisi korek api. Atau kadang2 gigih membetulkan kompor yg belum nyala ketika sudah kusambungkan.
Terkadang aku masih bercerita tentang mu pada anak2 serta teman2 di kantor tentang kebiasaan2 mu seolah2 kamu masih di rumah. Dan hal itu kulakukan tanpa sadar. Mungkin mereka juga berusaha bersikap normal biar aku tidak baper. Tapi kadang baper itu muncul tiba tiba. 
Sepeninggal mu ada beberapa kejadian di dunia politik antara lain penusukan wiranto dan kabinet yang baru yang membuat aku kadang berandai andai mungkin kita sudah asyik membahas hal ini berdua dengan serunya, ah sudahlah.

Kau tahu ayah, Hira tak pernah sekalipun menanyakan tentang mu ayah. Bukan karena dia tak rindu, tapi sepertinya dia tahu pasti kemana kau pergi. Hira juga sudah jarang minta jalan jalan seperti ketika kau ada.  Sekarang dia mulai belajar lepas popok jika siang hari dan tadi ketika aku membeli susu kucoba belikan sippy cup dan botol sedotan untuk melepaskan Hira dari botol dot. Semoga saja berhasil 
Jiha kadang kadang bercerita tentang mu, suatu siang dia memberi kan ku sejumlah uang yang katanya santunan anak yatim dari gurunya. Ah hatiku langsung trenyuh,anak2 yatim sekarang. Mau tidak mau mereka jadi ladang pahala bagi orang2 yang menaruh iba dan kasihan pada kami, padahal mungkin secara finansial aku masih bisa mengusahakannya. Tapi segera kupupus semua itu, kuhapus ke akuanku menyadari bahwa memang mereka anak yatim sekarang bagaimana pun kondisi kami tetap anak2 sudah tidak punya ayah. Sekarang aku hanya memberi jiha pengertian agar dia lebih melasasih kata orang jawa karena dia dan adiknya adalah anak yatim dan bantulah mereka orang2 yang sudah menyantuni kalian dengan mendoakan yang baik untuk mereka

Sementara mbah putri masih tetap sama Yah dengan pemikiran dan cara2 nya yg ora umum dalam  mengatur rumah yang masih menyita emosi ketika menghadapi nya. Saat berbenturan sama mbah ,aku selalu teringat  kalimatmu ayah. Kau selalu bilang "sabar buk, istighfar kalau mbah putri sudah mulai begitu. Ngunu ngunu iku ibukmu yang melahirkan dan membesarkan kamu"
Ya itu pesanmu ayah soal mbah putri. 
Satu lagi pesan mu yang sudah kusampaikan pada keluarga bahwa kau tidak mau diperingati 40hari,100hari,setahun,1000 hari.
Selain itu adalah prinsipmu mungkin kamu juga kasihan membayangkan betapa repotnya ketika menyiapkan semua itu. 

Oh ya ayah, aku belum sempat pergi pamit ke unit hemodialisa dan rekan rekan seperjuangan mu sesama pasien HD di rumah sakit. Tapi mereka sudah dengar kabar kepergian mu ayah. 
Soal hutang mu pada mas lukman dan very sudah kutanyakan dan mereka insyaallah sudah ikhlas ayah, jadi kau bisa tenang ya. 
Aku masih di grup bani muhammadun dan tidak keluar dari WAG itu, aku tidak mau putus silahturahmi dengan mereka ayah. Karena kelak anak2 mu membutuhkan mereka.

Ayah kemarin aku pertama kali makan lagi panggangan bader yang kubeli di pasar setelah sekian lama kau manjakan aku dengan ikan panggangan dari kampung halamanmu yang jauh lebih enak dan durinya tidak menyusahkan 😊😁

Ah rasanya masih ingin bercerita denganmu ayah tentang banyak hal
08/03/2018
Kadang tanpa terencana kita pergi sekeluarga. Hanya bermain2 di halaman hemodialisa sesekali mengunjungi keluarga, teman serta kerabat yang kebetulan ngamar di sana. Seminggu dua kali tepatnya, kadang kalo kondisi perlu extra kontrol bisa lebih dari dua kali seperti minggu ini kami empat hari berturut2 harus bolak balik. Klo kebetulan ada acara di dekat2 situ dan bisa kita jangkau dengan jalan kaki kita bisa jalan2 ke sana. Seperti tempo hari ada food truck festival di seberang jalan dan kapan juga ada acara pesta rakyat yang bertempat di halaman pemkab yang kebetulan juga tepat di sebelahnya itulah yang jadi rekreasi kami,tidak biasa memang gak seperti kebanyakan keluarga yang lain. Sampek2 adek pernah berceloteh ikut jayan jayan ke rumah sakit 😅Yah rutinitas yang setahun ini kami jalani sekeluarga. Tiap selasa dan jumat ibuk ngantar ayah hd. Klo selasa sesi 2 ayah berangkat pagi naik grab dan siangnya di jemput karena pagi harus ngajar dulu. Sedang klo jumat kita berangkat sama2. Di situasi tertentu ketika budhe g bisa datang momong adek atau pas hd pas tanggal merah kita sekeluarga ikut semua dengan segala macam bontotannya😙, karena waktu yang dibutuhkan dari antri nunggu sampe proses hd ayah lumayan lama kurang lebih 7-8 jam. Setahun ini terhitung sejak awal ayah hd Sudah 6kali ayah opname, untuk ukuran pasien ggk sih blm seberapa. Ada yang setiap bulan, ada juga yang hampir tiap hari tidurnya di rs. Di tempat ini kami banyak sekali berkenalan dan akhirnya akrab dengan teman sesama pasien hd dan pendamping nya. Sudah tak terhitung berapa banyak yg sudah mendahului kami dan berapa banyak pula yang datang setelah kami. Kami belajar banyak hal dari segi medis, mental dan spiritual. Kami bahkan bergabung dg komunitas2 ggk untuk menambah dan membuka wawasan.  Banyak momen2 berkesan yang kami lalui bersama, seperti ketika kami sekeluarga harus bermalam di rumah sakit karena kondisi ayah yang nge drop. Atau saat ibuk merelakan ayah ditunggu kakak saja waktu ibuk sedang Kecapekan. Banyak hikmah yang kami dapatkan, tak henti2 kami bersyukur karena masih banyak yang lebih kurang beruntung di banding kami. Semua ini insyaallah mendewasakan kami semua sekeluarga. Kakak yang biasa saja dan tidak mengeluh dengan keadaan ini. Ayah yang insyaallah sabar menjalani ini semua dan ibuk yang setiap hari belajar menghadapi semuanya dengan dukungan dari semua keluarga,kerabat dan teman. Dan juga adek hira yg selalu pinter ketika harus ditinggal tinggal sama ibuk atau terpaksa  ikut  wira wiri nemani ayah. 
Beri kami istiqomah dalam hal kebaikan ya Allah. Dan tetaplah jaga semangat kami melewati segala sesuatunya...
#world_kidney_day
#setahun_hade